KEBUTUHAN akan skincare kini semakin meningkat. Terlebih banyak masyarakat yang kini lebih aware terhadap kesehatan kulit mereka.
Meski begitu, ternyata masih banyak masyarakat yang belum memiliki edukasi lebih terkait pemilihan kosmetik atau skincare yang aman.
Padahal, menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Widodo, kosmetik yang aman tidak semata-mata harus memiliki izin dari BPOM, namun juga harus sesuai dengan kategori.
“Jadi tentunya memang nomor satu tadi kita harus yakin bahwa produk tersebut satu BPOM dan kategorinya kosmetik,” ujar dr.Arini dalam acara Forum Peningkatan Literasi Kosmetik Aman, dilansir dari YouTube BPOM, Kamis, (21/9/2023).
Dokter Arini sendiri mengaku masih banyak menemukan kasus konsumen yang tidak bisa membedakan kosmetik dengan kategori yang memang benar-benar mengandung kosmetik dan mengandung obat. Padahal kosmetik dengan kategori obat sendiri tidak bisa digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter.
“Karena tidak tidak jarang saya temukan bahwa produk mungkin BPOM tapi kategorinya obat. Nah obat itu kan harus dengan pengawasan dokter,” tuturnya.
“Nah banyak juga yang sebenarnya ada nomor BPOM-nya tetapi sebenarnya obat-obatan yang dijual online dan sebenarnya kan harusnya dengan apotek dengan peresepan obat,” sambungnya.
Karena kasus ini, Dokter Arini lantas mengungkapkan masih banyak konsumen yang justru menggunakan kosmetik yang sebenarnya memiliki kandungan obat, salah satunya kandungan steroid dan hydrogen.
“Nah dari hal-hal seperti ini dan apalagi yang di luar BPOM yang di luar BPOM kadang-kadang kita bisa ketemu mercury yang kategorinya obat kadang-kadang kita bisa ketemu steroid, kita bisa ketemuan hydrogen tinggi yang dilakukan tanpa pengawasan dokter,” tuturnya.
Kandungan-kandungan obat yang digunakan secara bebas tanpa resep dokter itu tentu bisa menimbulkan berbagai macam gangguan kulit bahkan kesehatan.
Salah satu efek penggunaan kosmetik yang mengandung streroid yakni bisa memicu pertumbuhan bulu-bulu alias rambut di kulit yang semakin lebat.
“Sehingga yang kamu temukan di tempat praktek kadang-kadang banyak efek-efek samping seperti misalnya efek samping steroid mukanya jadi buluan jadi bulunya jadi panjang-panjang kedua betul ada kumisnya,” katanya.
Efek lain dari kosmetik yang mengandung steroid yakni bisa menimbulkan berbagai masalah di kulit. Mulai dari timbulnya strechmark, merah-merah, hingga iritasi karena kulit yang semakin menipis.
“Ada juga obat pemutih yang diminum padahal memiliki kandungan steroid kemudian bisa menimbulkan stretch marks, merah-merah, gurat-gurat besar-besar kayak harimau, terus habis itu tidak bisa hilang,” tuturnya.
“Kedua, kulitnya bisa jadi tipis jadi kalau kita lihat kulit mukanya tipis, semua urat-urat dan lain-lain, kemudian lebih mudah infeksi dan lain-lain. Dan hal ini tuh susah sekali untuk dikembalikan, kemudian ada malah mau ngilangin flek malah jadi flek permanen,” kata dr. Arini.
(Leonardus Selwyn)