"Semoga program ex situ linked to insitu ini dapat direplikasi keberhasilannya oleh Lembaga konservasi lain, dan Komodo yang dilepasliarkan dapat hidup dan berkembang biak dengan baik di habitat alaminya,” tutur Satyawan.
Ke enam komodo yang akan kembali ke habitatnya itu, akan dikirim menggunakan pesawat yang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju NTT pada Selasa (15/8/2023). Sebelum dilepas ke habitatnya, komodo-komodo itu akan dilatih untuk bisa bertahan hidup selama satu bulan oleh Balai KSDAE NTT.
(Salman Mardira)