KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) sedang gencar menangani pasien kanker di Indonesia. Salah satunya dengan memperbanyak tenaga ahli perawat di bidang spesialis Onkologi
Namun faktanya, di lapangan masih sangat kekurangan perawat spesialis Onkologi. Menurut Past Presiden Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) dr. Kemala Rita, menjelaskan jika masih banyak perawat di Indonesia yang enggan merawat pasien kanker.
Sebab, di Indonesia sendiri rata-rata pasien kanker yang mendapat perawatan intensif di rumah sakit adalah pasien yang sudah dalam tahap stadium lanjut. Tentunya kondisi ini sudah sangat riskan sebab pasien sudah mengalami pembengkakan pada tubuhnya.
"Pasiennya itu datang dalam keadaan stadium lanjut, sudah benyenyeh, sudah pecah, berdarah-darah, bau. Nah itu yang ditangani oleh perawat kanker bagaimana menjadikan lukanya itu tidak bau dan lainnya," kata dr. Kemala Rita kepada MNC Portal Indonesia, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2023).
Kurangnya tenaga spesialis Onkologi di Indonesia akibat kurangnya kompetensi dari para perawat untuk menangani pasien kanker. Perawat diharuskan mendapatkan pendidikan spesialis agar bisa merawat para pasien-pasien penderita kanker.
"Jadi itu merupakan kendala kita di lapangan, sedangkan para pasien kanker itu, 70 persen datang sudah stadium lanjut, dan artinya disitu peran perawat menjadi sangat penting," ucap dr. Kemala.