Cerita Pilot Senior Edward Limbong Selamat dari Awan Cumulonimbus dalam Penerbangan ke Medan

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 09 Agustus 2023 09:02 WIB
Pilot senior, Capt Edward F Limbong (Foto: IG/@edwardflimbong)
Share :

Setelah berhasil mengudara dengan mulus, Capt Edward kemudian memperlihatkan alat pendeteksi cuaca (weather radar) yang ada di kokpit seraya menjelaskan; "Nah ini ya guys, pagi-pagi cuacanya begini tuh, magenta. Jadi kita mau menghindar nih," kata sang pilot.

Perlu diketahui, terdapat empat warna yang ditampilkan pada weather radar, di antaranya green, yellow, red, dan magenta. Warna-warna tersebut menunjukkan tingkat bahaya suatu awan.

Nah, untuk warna magenta yang disebutkan oleh Capt Limbong menunjukkan adanya awan berbahaya yang mengindikasikan pusat dari awan badai dan dapat mengakibatkan turbulensi hebat.

Biasanya juga, warna magenta mengindikasikan di depan pesawat ada awan Cumulonimbus dan sebaiknya dihindari.

Untungnya, pesawat tersebut berhasil menghindari awan Cumulonimbus dan mendarat mulus dengan selamat di runway Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

"Oke, guys. Selamat datang di Medan, Kualanamu. God bless you," kata Kapten Limbong seraya berlalu.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya