Dalam rangka meningkatkan pariwisata, Bhutan memberlakukan insentif ini hanya untuk wisatawan yang membayar dengan mata uang dolar, sementara pengunjung dari negara tetangga India yang membayar dengan mata uang rupee tidak memenuhi syarat.
Dhradhul menjelaskan bahwa Bhutan memiliki tujuan perlahan untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata menjadi 20% dari total ekonomi yang bernilai USD 3 miliar atau sekitar Rp 44 triliun, tetapi tidak memberikan jadwal pasti untuk mencapai target tersebut.
Dhradhul juga mengungkapkan bahwa sejak bulan Januari, lebih dari 47.000 wisatawan telah mengunjungi Bhutan.
Negara ini berada di jalur yang tepat untuk mencapai target "moderat" dengan menyambut 86.000 pengunjung pada akhir tahun, dibandingkan dengan sekitar 315.600 pengunjung pada tahun 2019 sebelum pandemi melanda.
(Salman Mardira)