Lunturnya pesona maskot kota Padang ini dapat memengaruhi perekonomian kota itu di bidang pertanian dan budaya. Hal ini telah terlihat berkurangnya petani bengkuang di Kota Padang.
Karena itu, masyarakat setempat mulai mencari solusi untuk meningkatkan nilai tambah dari Bengkuang. D iantaranya dengan cara mengolahnya menjadi jenis makanan ringan ataupun bahan kosmetik menjadi solusi yang bagus untuk mengatasi masalah tersebut.
Jika pemerintah telah mempromosikan bengkuang sebagai maskot Kota Padang, masyarakat tentunya juga harus mendukung dengan melakukan pengolahan dan pengembangan nilai tambah dari bengkuang tersebut.
Tidak hanya sampai di sana, masyarakat tentu juga harus ikut mengonsumsi bengkuang segar ataupun hasil olahan yang menunjukkan kebanggaan dan usaha promosi terhadap produk daerah sendiri.
Hal ini tentunya dapat meningkatkan minat pengunjung Kota Padang terhadap buah bengkuang serta menjadikan buah itu tak hanya sebagai simbol di perbatasan Kota Padang.
(Rizka Diputra)