Sementara itu, konsep “Raja” memiliki makna yang sangat luas, yakni saat memasuki teritori adat, daerah dan keseharian keluarga Batak. Di mana pertengkaran-pertengkaran yang kerap terjadi di kalangan keluarga Batak sering disudahi dengan kalimat “Raja do hita” yang artinya
“kita adalah raja”.
Bisa juga bermakna, "kita tidak akan merendahkan diri kita untuk mempertengkarkan hal itu, karena seorang Raja tidak akan merendahkan martabatnya dengan pertengkaran-pertengkaran, perkelahian"
Maka inti dari konsep “boru raja” dalam filosofi Batak, mengajarkan setiap perempuan Batak diminta untuk memahami nilai-nilai “kehormatan”.
Boru Raja merupakan nilai yang melekat pada diri seorang perempuan suku ini yakni Terhormat.
(Salman Mardira)