"Saya setuju untuk melanjutkan dengan cara yang tidak kompetitif. Saya memastikan saya tidak menyalip pelari di depan ketika saya melihatnya karena saya tidak ingin mengganggu balapannya," tambahnya.
Joasia Zakrzewski pun tak menampik bahwa dia sudah membuat kesalahan besar ketika menerima medali perunggu dan trofi untuk finish ketiga, serta tersenyum untuk foto seakan tidak terjadi apa-apa.
Namun, dia mengklaim bahwa dia tidak berpikir jernih kala itu, karena dia lelah dan sakit. Setelah hal itu terungkap, Joasia mengembalikan medali dan trofi, kemudian meminta maaf kepada pelari yang seharusnya mendapat medali yang diraihnya.
Skandal kecurangan Joasia Zakrzewski pun mengejutkan kancah lari internasional, karena dia merupakan seorang atlet dengan puluhan prestasi. Beberapa minggu lalu, dia bahkan memecahkan rekor dunia, untuk jarak tempuh terbanyak yang ditempuh oleh seorang wanita dalam 48 jam.
(Martin Bagya Kertiyasa)