JALUR Gaza identik dengan penderitaan dan perang antara Israel dengan Palestina. Tapi, terlepas dari konflik, Gaza yang merupakan kota kecil di Palestina punya tradisi unik membangunkan sahur warga saat Ramadhan. Namanya Mesaharati atau Musaharati.
Tradisi Mesaharati sebenarnya berasal dari Mesir. Nah, Gaza yang dulu pernah dikuasai Mesir juga meneruskan Mesaharati setiap datangnya bulan suci Ramadhan.
BACA JUGA:
Mesaharati merupakan sebutan untuk orang-orang yang berkeliling permukiman untuk membangunkan warga makan sahur. Biasanya mereka mengenakan pakaian tradisional kemudian menyusuri perkampungan sambil menabuhkan drum kecil atau genderang.
Selain menabuhkan genderang, mereka melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, puji-pujian kepada Allah, doa-doa, maupun membaca ayat-ayat Alquran dengan suara merdu.
BACA JUGA:
Kedatangan Mesaharati membawa keceriaan. Orang-orang akan bangun dari tidurnya dan membuka jendela melihat aksi unik mereka.
Mesarahati biasanya beraksi mulai pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari waktu setempat. Konflik dan pandemi nyatanya tak membuat tradisi Mesaharati hilang di Palestina bahkan Timur Tengah.