"Ini pentingnya IVUS, jadi dokter akan tahu berapa keperluan stent untuk pasien, dan lokasi pasti pemasangan juga bisa ketahuan. Bukan atas dasar kira-kira dari proses pengamatan kateterisasi atau angiografi," papar dr. Utojo.
Sementara OCT, diungkap dr. Utojo, merupakan bentuk upgrade alias pembaharuan IVUS. Lewat OCT, dokter akan diperbantukan melalui gambaran yang lebih jelas (berwarna). Berbeda dengan IVUS yang menghasilkan gambar hitam-putih. Namun, keduanya samap-sama berfungsi untuk bisa melihat bagiadalam pembuluh arteri.
"Dengan melakukan IVUS atau OCT, pemasangan stent yang punya risiko komplikasi jika dilakukan dengan tidak tepat, bisa diminimalisir. Pemasangan stent pada akhirnya bisa memaksimalkan hasil. Sehingga risiko terjadinya trombosis atau pembekuan darah, bisa lebih kecil," tutup dr. Utojo.
(Rizky Pradita Ananda)