Namun, keunggulan soal tinggi tubuh anak-anak yang tinggal di perkotaan ini menyusut di sebagian besar negara sebagai akibat percepatan peningkatan tinggi badan di antara anak-anak dan remaja yang hidup di daerah pedesaan.
Disebutkan lebih lanjut, studi ini juga memperlihatkan, rata-rata, di tahun 1990 anak-anak yang tinggal di kota memiliki BMI yang sedikit lebih tinggi daripada anak-anak yang hidup di daerah pedesaan. Pada tahun 2020, rata-rata angka BMI memang meningkat di sebagian besar negara, namun tetap lebih cepat terjadi untuk anak-anak perkotaan.
Tetapi selama periode 30 tahun kesenjangan antara angka BMI anak di perkotaan dan pedesaan tetap keci, kurang dari 1,1kg/m² secara global.
Kesenjangan minimal antara BMI di pusat perkotaan dan pedesaan tersebut,bertentangan dengan anggapan umum bahwa kehidupan urbanisasi adalah salah satu penyebab utama obesitas.
“Masalahnya bukan pada apakah anak-anak tinggal di kota atau daerah perkotaan, tetapi di mana orang miskin tinggal. Apakah pemerintah menangani ketidaksetaraan yang tumbuh dengan inisiatif seperti pendapatan tambahan. dan program makan gratis di sekolah,” kata Profesor Majid Ezzati, dari Imperial College London’s School of Public Health.
(Rizky Pradita Ananda)