Studi Global: Tinggal di Kota Tak Baik untuk Pertumbuhan Anak yang Sehat

Pradita Ananda, Jurnalis
Kamis 06 April 2023 16:30 WIB
pertumbuhan anak, (Foto: Freepik)
Share :

MASIH melekat di benak banyak masyarakat awam, tinggal di kota besar jauh lebih baik daripada tinggal di desa.

Tapi menurut studi global terbaru, tinggal di kota dengan segala fasilitas dan kelengkapannya tak melulu baik. Dalam studi analisis global yang diterbitkan dalam jurnal Nature, justru tinggal di kota disebut tidak baik untuk pertumbuhan anak yang sehat.

Studi analis global terhadap lebih dari 71 juta anak tersebut, mendapati bahwa keuntungan tinggal di kota terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja yang sehat menyusut di sebagian besar negara-negara di dunia, dikutip dari Indian Express, Kamis (6/4/2023).

Hasil kesimpulan analisa di atas diperoleh setelah lebih dari 1.500 peneliti menganalisis data tentang tinggi dan indeks massa tubuh (BMI) dari anak-anak yang berusia antara lima dan 19 tahun yang tinggal di kota dan pedesaan di 200 negara dari tahun 1990 hingga 2020.

 BACA JUGA:

Sebagai tempat tinggal, kota-kota menyediakan kesempatan pendidikan, nutrisi, olahraga dan rekreasi serta perawatan kesehatan yang lebih baik, merujuk pada temuan penelitian yang menemukan kalau anak-anak usia sekolah dan remaja yang tinggal di kota tubuhnya lebih tinggi daripada anak seusia mereka yang tinggal di pedesaan.

Keunggulan ini, disebut Dr. Anu Mishra, penulis utama studi dari  Imperial College London’s School of Public Health, mematahkan persepsi tentang aspek negatif hidup di kota seputar gizi dan kesehatan.

“Kota terus memberikan manfaat kesehatan yang cukup besar bagi anak-anak dan remaja. Untungnya, di sebagian besar wilayah, daerah pedesaan mengejar (keunggulan yang dimiliki) kota berkat sanitasi modern dan peningkatan nutrisi dan perawatan kesehatan, jelas Dr. Anu Mishra.

Namun, keunggulan soal tinggi tubuh anak-anak yang tinggal di perkotaan ini menyusut di sebagian besar negara sebagai akibat percepatan peningkatan tinggi badan di antara anak-anak dan remaja yang hidup di daerah pedesaan.

Disebutkan lebih lanjut, studi ini juga memperlihatkan, rata-rata, di tahun 1990 anak-anak yang tinggal di kota memiliki BMI yang sedikit lebih tinggi daripada anak-anak yang hidup di daerah pedesaan. Pada tahun 2020, rata-rata angka BMI memang meningkat di sebagian besar negara, namun tetap lebih cepat terjadi untuk anak-anak perkotaan.

Tetapi selama periode 30 tahun kesenjangan antara angka BMI anak di perkotaan dan pedesaan tetap keci, kurang dari 1,1kg/m² secara global.

Kesenjangan minimal antara BMI di pusat perkotaan dan pedesaan tersebut,bertentangan dengan anggapan umum bahwa kehidupan urbanisasi adalah salah satu penyebab utama obesitas.

“Masalahnya bukan pada apakah anak-anak tinggal di kota atau daerah perkotaan, tetapi di mana orang miskin tinggal. Apakah pemerintah menangani ketidaksetaraan yang tumbuh dengan inisiatif seperti pendapatan tambahan. dan program makan gratis di sekolah,” kata Profesor Majid Ezzati, dari Imperial College London’s School of Public Health.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya