SAAT bulan Ramadhan, madu dan kurma jadi makanan yang banyak diminati. Keduanya banyak dikonsumsi agar tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.
Madu dan kurma, sama-sama dikenal punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kurma contohnya mengandung protein, gula, karbohidrat, kalsium, serat, zat besi, dan sebagainya. Sementara madu memiliki mineral, polifenol, vitamin, asam amino, karotenoid, enzim, asam organik, dan lainnya di dalamnya.
Nah, mengingat rasanya yang manis, sebetulnya apakah madu dan kurma boleh dikonsumsi juga oleh orang dengan alias pengidap diabetes melitus (DM) Tipe 2?
dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, Spesialis Penyakit Dalam menjelaskan, pengidap diabetes melitus Tipe 2 tak dilarang untuk mengonsumsi madu dan kurma, dengan syarat tidak berlebihan sebab kalori atau gula yang terkandung harus tetap dikontrol.
“Madu diperkenankan, kalau gula itu masih diperkenankan sekitar 10 gram. Jadi madu bisa satu sendok, sebagai makanan tambahan atau atau nutrisi tambahan,” jelas dr. Yunir.
BACA JUGA: Aktor Novie Chandra Idap Diabetes Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya!
“Jadi tak usah khawatir, hanya satu sendok saja sudah sehat," tambahnya.
BACA JUGA:Benarkan Emas 24 Karat dapat Sembuhkan Sakit Diabetes? Ini Kata Ahli!
Sementara untuk konsumsi kurma, disarankan dr. Yunir memang dimakan dalam jumlah secara ganjil. Tidak boleh berlebihan karena bisa memicu kadar gula meningkat.
"Satu butir kurma itu mengandung 20 kalori, kalau disarankan untuk makan ganjil ya tiga butir itu sudah 60 kalori. Artinya hampir satu snack atau kalau 5 bisa jadi 100 kalori,” jelas d. Yunir lagi.
Dokter Yunir menegaskan, meski seharian berpuasa, makan tiga butir buah kurma pun sudah sangat cukup untuk menaikkan kadar gula dalam darah yang rendah.
"Jadi (tiga butir) sudah cukup banyak untuk menaikkan kadar gula darah yang sudah rendah pada waktu sore hari. Jangan berlebihan juga, nanti ganjilnya bisa sampai 11 atau 13 ya!," tegasnya singkat.
(Dyah Ratna Meta Novia)