MINUMAN es tradisional menjadi salah satu takjil favorit banyak orang saat buka puasa. Pasalnya, hidangan dingin berupa berbagai jenis sajian es menjadi menu andalan untuk melepas dahaga setelah berpuasa selama seharian penuh.
Tak heran, di berbagai daerah Indonesia Anda dengan mudah menjumpai sajian es saat berbuka puasa. Meski begitu, setiap daerah Indonesia tentu memiliki sajian es tradisional yang khas.
Nah, berikut beberapa sajian es tradisional khas dari berbagai daerah Indonesia, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (25/3/2023).
1. Selendang Mayang - Jakarta
(Foto: Instagram/@cookingwithhel)
Selendang Mayang merupakan salah satu hidangan es yang telah menjadi primadona Jakarta.
Es Selendang Mayang memiliki ciri khas berupa isian yang memiliki tekstur mirip puding atau kue lapis dengan warna yang mencolok seperti warna merah, putih, dan hijau.
Isian Es Selendang mayang ini merupakan adonan yang terbuat dari tepung hunkwe atau tepung sagu aren.
Kemudian, adonan cantik ini dipotong berbentuk kotak-kotak yang diletakkan di dalam mangkuk. Terakhir, isian yang telah dipotong tadi disiram dengan kuah santan, gula merah, dan es batu.
2.Es Dawet - Jawa Tengah
(Foto: Instagram/@bunda_didi)
Anda mungkin akan sangat mudah menemui berbagai macam es dawet yang berasal dari Jepara, Banjarnegara, hingga Solo, dan daerah lainnya. Namun sebenarnya es ini berasal dari Jawa Tengah.
Es dawet terbuat dari adonan tepung beras dan tepung tapioka yang dibentuk kecil-kecil dan diberi pewarna alami hijau dari daun pandan atau daun suji. Dawet tersebut lalu disajikan bersama es serut, gula merah cair, santan, dan potongan nangka.
3. Es Cendol - Bandung
(Foto: Instagram/@kedainy.lee81)
Masih banyak yang tidak bisa membedakan es cendol dengan es dawet. Dari segi penampilan, keduanya memang mirip. Namun, ternyata es cendol dan es dawet memiliki perbedaan dari segi bahan utama yang dipakai.
Jika es dawet menggunakan tepung beras, es cendol memakai tepung hunkwe. Es cendol juga bukan berasal dari Jawa Tengah, melainkan dari Bandung. Di kota itu terdapat es cendol yang sangat terkenal, yaitu Es Cendol Elizabeth.
4. Es Timun Serut- Aceh
(Foto: Instagram/@dapur_endangesm)
Es tradisional khas Indonesia selanjutnya berasal dari Aceh, yaitu Es Timun Serut. Dari namanya saja Anda tentu sudah bisa menebak bahwa sajian ini berbahan dasar timun segar yang diparut atau diserut.
Timun yang sudah diserut kemudian dicampurkan dengan sirup jeruk limau. Sirup limau berasal dari rebusan air, gula pasir, air perasan jeruk limau, dan daun jeruk.
Sirup limau dan serutan timun diberi pelengkap biji selasih sehingga rasanya semakin nikmat saat disantap. Es Timun Serut ini juga biasa disebut ”ie boh timon” oleh masyarakat Aceh dan sering dinikmati saat bulan Ramadhan sebagai menu berbuka puasa.