MANDI balimau merupakan salah satu tradisi atau kebiasaan turun temurun masyarakat di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sebelum mereka menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan.
Bagi sebagian masyarakat di daerah itu, mandi "balimau" atau mandi menggunakan jeruk nipis dan bahan alami lainnya, selain bisa dilakukan di tempat terbuka, seperti sungai, juga bisa di tempat tertutup di rumah.
Dimana pun tempat yang digunakan untuk mandi "balimau", tujuannya tetap satu, yakni untuk membersihkan diri, baik jasmani maupun rohani, dari perbuatan yang buruk menjadi baik, sebelum melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan.
BACA JUGA:
Warga Kelurahan Pasar Mukomuko Juni Kurniadiana mengatakan tradisi mandi "balimau" yang dilakukan oleh masyarakat di daerah itu pada zaman dulu dengan sekarang berbeda, baik tempat maupun bahan yang digunakan untuk mandi.
"Kalau dulu banyak masyarakat mandi 'balimau' di sungai di daerah ini, tetapi sekarang hanya sebagian kecil dan lebih memilij mandi 'balimau' di rumahnya masing-masing," ujarnya.
Ilustrasi
Selain itu, masyarakat pada masa lalu menggunakan bahan alami berupa jeruk nipis dan daun pandan sebagai media untuk membersihkan seluruh tubuh, kini masyarakat memilih menggunakan sabun dan sampo.
Meskipun tempat dan bahan yang digunakan oleh masyarakat pada masa lalu dan sekarang berbeda, namun tujuan dilaksanakan tradisi ini untuk membersihkan diri.
BACA JUGA:
Masyarakat sekarang ini melakukan sesuatu tersebut dengan memilih cara yang simpel, akan tetapi dengan cara simpel ini tidak menghilangkan makna dan tujuan dalam menjalankan tradisi mandi "balimau" itu sendiri.
Meskipun tradisi mandi "balimau" di daerah itu turun temurun, namun tidak ada doa khusus yang diajarkan oleh orang tua dulu sebelum mandi "balimau", melainkan hanya niat dalam hati yang tujuannya untuk membersihkan diri.
Tidak ada doa khusus sebelum mandi "balimau", kecuali sebelum mandi warga dianjurkan mengambil wudhu terlebih dahulu, dengan tujuan untuk membersihkan seluruh tubuh.
Dengan mengambil wudhu sebelum mandi "balimau", diharapkan dapat menyucikan dari dari najis dan hadas yang ada di tubuh.
BACA JUGA:
Amrozi, warga Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, mengatakan hampir setiap tahun warga di wilayah itu memadati jembatan penghubung Kelurahan Pasar Mukomuko dengan Kelurahan Koto Jaya untuk menyaksikan para remaja mandi "balimau".
"Masyarakat berkumpul di sini untuk melihat para remaja dan anak-anak melompat dari atas jembatan ke Sungai Selagan," ujarnya.