6. Konsumsi makanan pH lebih tinggi: Makanan yang lebih basa daripada asam, disebutkan bisa menangkal asam lambung dan membantu mencegah refluks. Cobalah konsumsi kacang-kacangan, cauliflower, adas, atau pisang.
7. Makan serat lebih banyak: Merujuk pada studi kecil tahun 2018, pasien dengan penyakit refluks asam non-erosif yang makan asupan serat rendah terlihat mengalami penurunan insiden refluks asam dan jarang mulas setelah mengonsumsi suplemen serat psyllium.
8. Berdiri usai makan: Berdiri tegak selama tiga jam setelah makan dapat membantu mencegah asam lambung naik. Saat tubuh dalam posisi tegak, gravitasi membantu menjaga asam lambung tetap berada di perut, bukan jadi naik ke kerongkongan.
9. Minum jus lidah buaya: Disebutkan ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa minum jus lidah buaya bisa membantu meredakan refluks asam. Salah satu contohnya, studi pada 2015 yang mendapati minum 10 ml sirup lidah buaya setiap hari membantu mengurangi gejala GERD dan efeknya sebanding dengan obat ranitidine dan omeprazole.
10. Minum melatonin di malam hari: Dari studi kecil tahun 2010 menemukan bahwa melatonin dapat memperbaiki gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dengan melindungi kerongkongan dan mengurangi mulas, terutama bila digunakan bersamaan dengan omeprazole.
(Dyah Ratna Meta Novia)