FENOMENA turis mancanegara yang bekerja secara ilegal makin marak di Bali. Demi mendapatkan uang, mereka ada yang mengadu nasib jadi penjual jasa fotografi, latihan bersepeda motor, berselancar, cukur rambut, sampai jualan sayur.
Menyadari bahwa perilaku para bule tersebut meresahkan warga lokal, Pemerintah Provinsi Bali sudah membentuk satuan tugas khusus menangani permasalahan ini.
Seorang turis yang bekerja di Bali membuat pengakuan. Sebut saja Ivan (bukan nama sebenarnya). Usianya 40 tahun. Berasal Moskow, Rusia. Ia sudah tinggal di Bali sejak satu tahun lalu.
BACA JUGA:
Ia mengaku pindah ke Bali karena menyukai "budaya, tradisi, semuanya", bukan karena perang Rusia Vs Ukraina.
Ivan bekerja sebagai pelatih selancar khusus untuk turis asal Rusia. Alasannya, pelatih asal Indonesia tidak cukup cakap berbicara bahasa Rusia.
“(Pelatih selancar lokal) tidak punya cukup pengalaman," katanya seperti dilansir dari BBC News Indonesia, Kamis (9/3/2023).
Ivan sudah bermain selancar air sejak 2018, dan mengaku sudah merencanakan tinggal di Bali sejak itu.
Ia menggunakan Visa on Arrival atau visa saat kedatangan untuk tinggal di Indonesia. "Setiap dua bulan saya pergi ke Kuala Lumpur untuk memperpanjang visa saya. VoA US$35 per bulan, Anda dapat memperpanjangnya," katanya.
BACA JUGA:
Ia menyadari dengan visa tersebut, ia tak diizinkan untuk bekerja di Indonesia.
"Ilegal, tentu saja saya mengerti... Kalau tertangkap petugas imigrasi, Anda harus membayar US$3000," katanya dan ini harga denda resmi.
Ia nekat bekerja secara ilegal dengan alasan agar bisa memperoleh "uang ekstra" dari latihan selancar sebesar "US$50 dalam sekali latihan".
Dan, kata Ivan, isu bekerja ilegal ini sudah menjadi masalah berlarut-larut di Indonesia.
"Banyak orang seperti bule tinggal di sini selama 15-20 tahun, dan mereka bekerja seperti itu setiap saat," katanya.