SEKOLAH sebagai rumah kedua anak, punya peran vital pencegahan obesitas pada anak. Mengingat, anak usia sekolah memang menghabiskan banyak waktu di sekolah.
Waktu yang dimaksud, juga termasuk waktu makan. Mulai dari makan siang, hingga waktu snacking dihabiskan anak di sekolah. Itulah kenapa, diungkap Dokter Spesialis Anak dr. Winra Pratita, Sp.A(K), idealnya pihak sekolah harus selektif dalam menentukan menu makanan yang ada di kantin, atau jajanan yang dijual di luar sekolah.
"Jajanan di sekolah banyak yang tak sehat, dan ini bisa jadi menjadi pemicu obesitas pada anak," kata dr. Winra di acara konferensi pers Hari Obesitas Sedunia 2023 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Senin (6/3/2023).
Sayangnya, di lapangan memang menurut dr. Winra, belum banyak pihak sekolah yang menaruh perhatian akan hal ini. Padahal penting pihak sekolah untuk memastikan bahwa jajanan yang dijual di kantin sekolah, adalah makanan tidak mengandung banyak minyak, tinggi gula dan garam.
"Kalau ada, (baiknya) ada kebijakan tertentu terkait dengan pengaturan makanan yang bisa dijual di kantin atau dekat sekolah. Ini (bisa bantu) mencegah anak makan makanan yang tak sehat dan pada akhirnya mencegah anak-anak ini mengalami obesitas," jelasnya lagi.
Selain itu, pihak sekolah juga diimbau untuk memperbanyak aktivitas fisik para anak didiknya di sekolah. Sebab aktivitas aktif gerak fisik, sama penting dan sama bermanfaatnya dengan menjaga asupan makanan sehari-hari.
BACA JUGA:
"Aktivitas fisik terbukti bisa mencegah peningkatan bobot tubuh yang berujung pada kelebihan berat badan dan obesitas. Jadi, sekolah juga harus memastikan, anak-anak murid itu banyak bergerak," tutup dr. Winra
(Rizky Pradita Ananda)