Dengan perkembangan teknologi visual, dua sosok bersejarah dalam layar berbentuk bingkai foto itu dapat bergerak dan memberikan penjelasan singkat mengenai sejarah Tokyo Tower Observatory.
Setelah itu, peserta naik ke dek atas atau ruang observasi khusus setinggi 250 meter yang menawarkan pemandangan seantero Kota Tokyo.
Meski tidak seluas dek pertama, namun ruang observasi khusus itu bisa memberikan kesan luas karena dinding dan tiangnya dilapisi kaca untuk memberikan efek lapang secara visual.
Di ruangan itu hanya tersedia 2 elevator, untuk naik dan turun, sehingga banyak wisatawan harus antre demi menikmati pemandangan Kota Tokyo dari atas ketinggian. Wisatawan juga bisa mendapatkan foto sebagai souvenir yang ditukarkan setelah perjalanan selesai di lantai foottower.
(Salman Mardira)