KANKER paru-paru disebut sebagai penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia.
Dari sederet faktor risiko kanker paru, para perokok disebut sebagai orang yang punya terbesar terkena kanker paru-paru. Walau memang, kanker paru-paru tetap berpeluang diidap orang-orang yang tidak pernah merokok dalam hidupnya.
Mengapa para perokok aktif ini jadi orang yang paling berisiko kena kanker paru-paru? Secara medis, risiko kanker paru-paru disebutkan meningkat seiring dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang dihisap.
Ironisnya, kebiasaan buruk merokok jadi penyebab sebagian besar kasus kanker paru-paru, baik pada perokok aktif maupun pada orang yang terpapar asap rokok, atau orang yang tak pernah terpapar asap rokok dalam waktu lama. Dalam kasus ini, mungkin tidak ada penyebab yang jelas dari kanker paru-paru.
Rokok dan kanker paru memang berkaitan erat, lantas bagaimana merokok bisa menyebabkan kanker paru? Para dokter menyakini bahwasanya menghisap rokok bisa membuat seseorang terkena kanker paru-paru, karena rokok merusak sel-sel yang melapisi paru-paru.
Melansir Mayo Clinic, Rabu (22/2/2023), ketika seseorang menghirup asap rokok, yang penuh dengan zat penyebab kanker (karsinogen), maka dengan cepat dimulailah perubahan pada jaringan paru-paru. Pada awalnya, tubuh mungkin bisa self-healing alias bisa memperbaiki kerusakan ini. Tetapi dengan setiap paparan rokok yang berulang kali, akhirnya sel-sel normal yang melapisi paru-paru jadi semakin rusak.
Nah, imbasnya dengan seiring waktu, kerusakan inilah yang menyebabkan sel bertindak tidak normal dan akhirnya kanker dapat berkembang di paru-paru.
Selain merokok, beberapa hal lainnya juga bisa menjadi faktor risiko dari kanker paru. Ada yang bisa dikontrol seperti paparan asap rokok, terapi radiasi, paparan gas radon, dan paparan asbes dan karsinogen lainnya, hingga faktor yang tak bisa dikontrol yakni riwayat keluarga yang punya kanker paru-paru. Seseorang yang memiliki orang tua, saudara kandung atau anak dengan kanker paru-paru disebutkan lebih berisiko.
(Rizky Pradita Ananda)