Melansir Mayo Clinic, Rabu (22/2/2023), ketika seseorang menghirup asap rokok, yang penuh dengan zat penyebab kanker (karsinogen), maka dengan cepat dimulailah perubahan pada jaringan paru-paru. Pada awalnya, tubuh mungkin bisa self-healing alias bisa memperbaiki kerusakan ini. Tetapi dengan setiap paparan rokok yang berulang kali, akhirnya sel-sel normal yang melapisi paru-paru jadi semakin rusak.
Nah, imbasnya dengan seiring waktu, kerusakan inilah yang menyebabkan sel bertindak tidak normal dan akhirnya kanker dapat berkembang di paru-paru.
Selain merokok, beberapa hal lainnya juga bisa menjadi faktor risiko dari kanker paru. Ada yang bisa dikontrol seperti paparan asap rokok, terapi radiasi, paparan gas radon, dan paparan asbes dan karsinogen lainnya, hingga faktor yang tak bisa dikontrol yakni riwayat keluarga yang punya kanker paru-paru. Seseorang yang memiliki orang tua, saudara kandung atau anak dengan kanker paru-paru disebutkan lebih berisiko.
(Rizky Pradita Ananda)