"Hal yang tak kalah penting adalah meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan melakukan ORI (outbreak respon imunization) di wilayah Garut," sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Surveilans Dinas Kesehatan Jawa Barat Dewi Ambarwati menerangkan bahw difteri menjadi KLB di Kabupaten Garut akibat rendahnya imunisasi.
"Desa (Sukahurip) memang dalam 3 tahun terakhir cakupan imunisasinya sangat rendah, (banyak yang gak diimunisasi) karena alasan agama," kata Dewi.
Kasus Difteri di Kabupaten Garut ini telah menewaskan 6 orang sejak awal Februari, lalu 19 Februari kasus meninggal bertambah 1 orang. Tingginya angka kematian membuat pemerintah daerah mengeluarkan status KLB Difteri.
(Helmi Ade Saputra)