Mengenal Festival Darah di Peru, Duel Sengit Burung Condor versus Banteng yang Kontroversial

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis
Senin 20 Februari 2023 14:01 WIB
Festival Darah atau Yawar Fiesta di Peru (Foto: NPR/Mollie Bloudoff)
Share :

SEBUAH desa kecil di Peru, Coyllurqui memiliki tradisi unik berupa Festival Darah yang hingga kini masih menuai kontroversi. Sebab, pad apuncak acara festival itu digelar pertarungan berdarah antara burung condor dan banteng.

Festival Darah atau yang dikenal sebagai Yawar Fiesta, merupakan acara besar di Coyllurqui, desa pegunungan kecil yang berjarak sembilan jam perjalanan bus dari Kota Cusco.

Desa tersebut merupakan satu-satunya tempat di negara Amerika Selatan, di mana wisatawan dapat merasakan lagi pertarungan tradisional burung vs banteng.

Festival ini secara resmi dikenal sebagai 'Turupucllay'. Acara tersebut telah diadakan di kota-kota seperti Cusco sejak puluhan tahun lalu.

(Foto: Thomas Munita/NYTimes)

Namun, masyarakat pedesaan terpencil seperti Coyllurqui, terus melestarikan hal tersebut, terutama jika bertentangan dengan kepentingan ekonomi penduduk setempat, meski burung condor merupakan salah satu hewan langka.

Wali Kota Coyllurqui, Carlos berujar bahwa banyak orang yang datang ke festival tersebut untuk melihat burung condor, karena itu, bila tidak ada condor maka tidak ada pesta.

Namun, di sisi lain, Carlos menegaskan bahwa perlindungan burung condor perlu dilakukan, terlepas dari adanya kebiasaan atau budaya setempat.

"Orang datang ke festival tersebut untuk melihat burung condor, saya pikir perlindungan burung condor penting, tapi disini kami melihat kebiasaan atau tradisi ini. Jika tidak ada condor tidak ada festival," jelas Carlos melansir Odditycentral.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya