Warning! Kanker Leukemia Paling Banyak Diderita Anak, Begini Cara Deteksi Dininya

Kevi Laras, Jurnalis
Rabu 15 Februari 2023 13:46 WIB
Anak kena kanker (Foto:NPR)
Share :

PENYAKIT kanker leukemia dinilai paling banyak dialami oleh anak di dunia maupun di Indonesia. Kementerian Kesehatan (kemenkes) mendorong agar setiap orang tua melakukan pencegahan dengan deteksi secara dini.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan data yang ada dari Globocan 2022 jumlah kanker anak sekitar 11.000 atau 2-3% dari total kanker. Leukemia jadi salah satu banyak dialami karena terlambat dideteksi.

 

"Di mana hanya sekitar 3.800 anak dapat ditangani dan penyebab terbanyak adalah leukemia, tapi penanganan terlambat karena deteksi yang terlambat," kata dr Nadia kepada MNC Portal, Rabu (15/2/2023).

Tindakan pencegahan kanker pada anak bisa dilakukan dengan CERDIK. CERDIK tersebut terdiri dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup serta Kelola stres.

 BACA JUGA:5 Fakta Hari Kanker Anak Sedunia, Kasus di Indonesia Tertinggi untuk Asia Tenggara!

"Boleh secara umum seperti itu (cerdik)," jelasnya.

Melansir dari laman Promkes Kemenkes sampai saat ini, belum diketahui secara jelas faktor risiko serta penyebab kanker pada anak-anak. Hal tersebut diduga karena interaksi 4 faktor diantaranya zat kimia, genetik, radiasi dan virus.

Selain itu, kanker pada anak belum bisa dicegah dan tidak semuanya dapat terdeteksi sejak dini. Tetapi para orangtua bisa mengajarkan perilaku CERDIK, sebagai upaya pencegahan penyakit kanker pada anak.

Perlu diketahui, leukemia atau kanker darah memiliki gejala dengan kondisi anak rewel, lemah, pucat, demam tanpa sebab yang jelas, nafsu makan menurun, pendarahan kulit, terjadi pembesaran limpa, hati dan kelenjar getah bening, pembesaran buah zakar, nyeri tulang membuat anak-anak tidak mau berdiri atau berjalan.

Melansir American Cancer Society bahwa faktor risiko lingkungan adalah pengaruh dari sekitar seperti radiasi dan bahan kimia tertentu, yang meningkatkan risiko terkena penyakit kanker leukemia.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya