“Nah kalau dari segi atlet kan itu lebih fleksibel menurutku ya. Ya misalnya bangun pagi, sarapan, ke lapangan habis itu. Siangnya rest, sore latihan lagi,” tambahnya.
Meski demikian, walau saat menjadi atlet atau pun pegawai kantoran, semua pekerja dikatakan Michael harus sadar pentingnya menyelaraskan kehidupan pekerjaan dan kehidupan, terutama kehidupan pribadi.
“Jadwal kerja jangan sampai memaksa seseorang mengorbankan waktu pribadi demi jam kerja yang lebih panjang,” tambah Michael lagi.
Selain itu, Michael menilai, merencanakan pekerjaan selama sepekan ke depan cukup membantu seseorang untuk menentukan waktu untuk mereka benar-benar mengkhususkan untuk kehidupan pribadi.
Berusaha mengatur waktu dengan baik agar work life balance tercapai, Michael menuturkan ia biasanya mencoba untuk membuat mapping jadwal agar tidak bingung dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Work life balance itu penataan lah, biar terjadwal gitu. habis ini mau ngapain, habis selesaikan A kita pindah ke B itu harus terjadwal, jangan sembarangan. Pada saat malAs itu kita harus bangun mood sendiri,” pungkasnya panjang lebar.
(Rizky Pradita Ananda)