INDONESIA jadi salah satu negara yang mengirim bantuan untuk Turki dan Suriah yang sedang menghadapi dampak dahsyat bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 dan 7,7.
Pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Kesehatan diungkap Plt. Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Sumarjaya per hari ini, Senin (13/2/2023) sudah menerbangkan setidaknya 65 orang tenaga medis serta keperluan logistik kesehatan.
“Tim medis ini yang terdiri dari tiga jenis yaitu dokter spesialis, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan diberangkatkan hari Senin, dalam satu kloter dengan pesawat khusus,” ujar Sumarjaya.
Dokter spesialis yang dikirimkan ke Turki dan Suriah, diketahui terdiri dari spesialis bedah, spesialis orthopedi, spesialis anestesiologi, ahli pediatri, spesialis emergensi, spesialis kandungan, dan psikiater.
Sementara untuk tenaga kesehatan, tim terdiri meliputi dari dokter umum, perawat kamar bedah, perawat IGD, perawat ICU, psikolog, farmasi, bidan, epidemiolog, hingga ahli gizi dan kesehatan lingkungan. Selain itu, ada juga tenaga pendukung kesehatan seperti administrasi, logistik, dan koordinator kesehatan.
(Foto: Instagram @netnews)
Tim tenaga medis dari Kemenkes yang terbang hari ini, akan bergabung dengan 39 tenaga medis dari TNI, Polri dan BNPB sebagai Emergency Medical Team (EMT). Maka dari itu, total tenaga medis dari Indonesia yang diberangkatkan ke Turki dan Suriah jumlahnya mencapai 104 orang.
Dikutip dari laman resmi Sehat Negeriku Kemenkes, Senin (13/2/2023) karena misi utamanya untuk menyediakan layanan kesehatan yang cepat dan tepat para korban, pemerintah Indonesia akan mendirikan rumah sakit lapangan yang punya layanan EMT tipe 2.
(Foto: Kemenkes RI)
Rumah sakit dengan tipe layanan EMT tipe 2, ini artinya peralatan dan layanan kesehatan yang disediakan tergolong lengkap serta bisa melakukan tindakan operasi khusus di lapangan.
Kapasitas RS lapangan EMT tipe 2 ini cukup besar karfena mampu melayani pasien rawat jalan sebanyak 100 sampai 150 orang per hari, rawat inap 10 pasien per hari, bedah minor 10 pasien per hari, bedah mayor 1 sampai 2 pasien per hari dan mobile mampu melayani 50 pasien per hari
“Kalau sekarang yang kita bawa Tim EMT tipe 3 yang tak semua negara punya, kita upgrade dari tipe 2 karena di lapangan kita butuh X-ray, butuh meja operasi, itu kita bawa semua,” jelas Sumarjaya.
Bukan hanya tim medis, Kemenkes juga akan mengirimkan 2,5 ton logistik kesehatan yang terdiri dari logistik non medis, perangkat medis, obat-obatan, hingga Bantuan Medis Habis Pakai (BMHP).
Tim EMT ini akan fokus menangani kegawatdaruratan awal korban gempa, yaitu kasus-kasus kondisi kesehtaan yang berkaitan dengan patah tulang dan cedera lainnya.
Pasca Tim EMT diberangkatkan, berikutnya disebutkan lebih lanjut akan ada pengiriman tim medis tahap II. Tim medis tahap II ini selanjutnya akan fokus pada penanganan penyakit-penyakit yang mungkin muncul pasca gempa. Tim kedua ini rencananya akan dikirim ke Turki dan Suriah pada Maret 2023.
Catatan data per Jumat 10 Februari 2023, sudah ada hingga 21.051 korban meninggal dunia dan 74.909 korban luka-luka akibat serangkaian gempa dahysat tersebut. Korban meninggal di Suriah tercatat sebanyak 3.377 orang dan korban luka mencapai 2030 orang. Sedangkan korban meninggal di Turki, mencapai 17.674 orang dan korban luka-luka mencapai 72.879 orang.
BACA JUGA:Kemenkes Pastikan 1 Kasus Ginjal di Surakarta Bukan GGAPA
BACA JUGA:Beredar Data Pengembangan Aplikasi Satu Sehat, Kemenkes: Palsu!
(Rizky Pradita Ananda)