Menurut hasil survei Perumahan dan Tanah Jepang pada 2018 lalu tercatat 8,49 juta rumah yang tidak dihuni di Jepang. Survei ini dilakukan setiap 5 tahun sekali.
Masalah tersebut tentu menjadi problematika di Jepang. Sebab, nihilnya ahli waris ini disebabkan oleh angka kelahiran yang rendah, lansia yang semakin bertambah, banyaknya warga Jepang yang enggan menikah, bahkan yang sudah menikah pun memilih tidak mau memiliki anak.
Salah satu upaya Jepang menyikapi masalah tersebut yaitu dengan berupaya menarik warganya menghuni Akiya dengan menawarkan uang sebesar satu juta yen (Rp115 juta) per anak kepada keluarga yang tinggal di ibu kota Tokyo untuk bersedia pindah ke area yang lebih jarang penduduk.
Pemerintah berharap Akiya akan bertambah penghuninya. Uang tersebut diberikan kepada anak yang masih berusia 18 tahun atau masih duduk di bangku SMA. Gimana nih, tertarik pindah ke Jepang?
(Rizka Diputra)