Upacara Kematian
Upacara kematian adat khas Betawi disesuaikan dengan ajaran islam dengan memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan prosesi terakhir menguburkan jenazah.
Pada hari pertama hingga ketujuh maka pihak keluarga akan melakukan acara tahlil sebagai bentuk doa untuk almarhum dan almarhumah.
Tamatan Qura’an / Khatam Qur’an
Khatam Qur'an dalam bahasa Betawi sering disebut Tamatan Al Qur'an. Upacara ini sangat penting bagi masyarakat Betawi karena menjadi tanda bahwa seseorang yang telah menyelesaikan Al-Qur'an dianggap telah memahami ajaran Islam.
Biasanya khatam Al Qur'an dilakukan dengan pengajian, pembacaan sholawat, dan diakhiri dengan makan bersama. Adapun sebagai orangtua yang anaknya berhasil khatam Al Qur’an maka akan diberikan hadiah.
Bikin dan Pindah Rumah
Membagun rumah pekerjaan penting bagi masyarakat Betawi, ada beberapa persyaratan, antara lain ketersediaan biaya, bahan bangunan, dan tanah tempat bangunan itu didirikan. Selain itu, ada juga perhitungan yang meringankan untuk alam gaib.
Bahan bangunan terdiri dari jenis kayu kuno antara lain nangka, durian, kecapi, jamblang, cempaka, jengkol, dan sebagainya. Jenis kayu nangka berwarna kuning sebaiknya tidak digunakan untuk membuat drompol. Jika kayu ini digunakan akan menyebabkan penyakit kuning.
Kayu nangka utamanya digunakan sebagai tiang guru, dinding rumah, dan pintu panel ukir. Jenis kayu cempaka sebaiknya digunakan untuk kusen pintu bagian atas. Hal ini memiliki arti tertentu yaitu agar pemilik rumah selalu dihormati dan disayang oleh tetangganya.
Sedangkan kayu asem cadangan digunakan sebagai bahan bangunan. Sifat asam terbukti mempengaruhi keharmonisan antara rumah tangga dan tetangga mereka. Bisa saja rumah tersebut terkesan jorok, jorok dan tidak berwibawa.