MASKAPAI bertaris rendah Amerika Serikat, Southwest Airlines membatalkan 16.700 penerbangan pada Desember 2022. Padahal saat itu tengah musim liburan akhir tahun yang permintaan orang untuk bepergian sangat tinggi.
Akibat kebijakannya itu, pihak manajemen Southwest Airlines terdiri dari para pejabat eksekutif dan pengurus serikat pekerja dipanggil untuk hadir di
BACA JUGA:Dear Traveler, Kenali 10 Bentuk Desain Ekor Pesawat dan Kegunaannya!
hadapan Komite Perdagangan Senat AS, pada Kamis 9 Februari lalu untuk menjelaskan alasan pembatalan 16.700 penerbangan tersebut.
Direktur Operasional Southwest Airlines Andrew Watterson mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan yang menyebabkan lebih dari satu juta penumpang terdampar di bandara di seluruh Amerika Serikat.
“Kami yang menyebabkan kekacauan. Kami mengakuinya,” kata Andrew kepada media sebelum sidang dengar pendapat dilakukan seperti dilansir dari VOA, Sabtu (11/2/2023).
BACA JUGA:Ngeri! Wanita Ini Bawa Ular Boa ke Pesawat, Alasannya Sungguh Mengejutkan
Andrew berjanji akan mengambil tindakan untuk memastikan hal itu tidak terulang lagi.
Presiden Asosiasi Pilot Southwest Airlines (SWAPA) Casey Murray juga dijadwalkan memberikan kesaksiannya dalam sidang tersebut.
Dia menyalahkan teknologi penjadwalan dan proses operasional maskapai yang sudah ketinggalan zaman.
Murray mengatakan, maskapai itu mengabaikan peringatan tentang sistem kuno tersebut selama bertahun-tahun dan mengatakan bahwa SWAPA sudah memperkirakan akan terjadi kekacauan pada musim liburan akhir tahun sejak sebulan sebelumnya.
Dalam pernyataan sebelum sidang dimulai, Senator Maria Cantwell, ketua Komite Perdagangan Senat AS, mengatakan dirinya sangat ingin mendengar kesaksian pilot dan bagaimana bencana itu sebenarnya dapat dihindari apabila pihak maskapai mengambil tindakan lebih awal.
Ia mengatakan, komitenya akan mempertimbangkan cara untuk memperkuat perlindungan konsumen.
(Salman Mardira)