2. Kadar kandungan alkohol: Pada minuman liquor, cenderung memiliki persentase alkohol berdasarkan volume (ABV) yang lebih tinggi daripada liqueur. Liquor sebagai cairan hasil sulingan, umumnya punya ABV lebih dari 35 persen. Sementara liqueur cenderung memiliki kandungan alkohol sekitar 15 sampai 30 persen. Rasa yang ditambahkan ke bahan dasar liqueur cenderung mengurangi volume persentase alkohol pada liqueur.
3. Tipe: Untuk liquor kita mengenalnya dalam bentuk rum, brandy, vodka, tequila, gin, atau wiski. Dalam setiap subkategori, Anda akan menemukan variasi yang tak terhitung banyaknya berdasarkan proses penuaan dan produksi, bahan dasar, aditif, dan sebagainya.
Sedangkan liqueur, disebutkan biasanya diklasifikasikan menurut jenis rasa yang ditambahkan. Contoh liqueur buah seperti Chambord dan Cointreau, liqueur Nut seperti Frangelico dan Disaronno, minuman keras Licorice seperti Anisette dan Pastis, minuman herbal dan rempah-rempah seperti Chartreuse dan Drambuie, dan masih banyak lagi yang lainnya.
BACA JUGA:5 Tempat Makan Mie Aceh Terenak di Jakarta, Lezatnya Otentik!
BACA JUGA:6 Manfaat Minum Air Kelapa Muda Selain Melepas Dahaga
(Rizky Pradita Ananda)