HARI Kanker sedunia jatuh pada tanggal 4 Februari, ini menjadi pengingat betapa berbahayanya kanker. Dalam hal ini, Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) menyoroti ada dua kanker yang mendominasi di Indonesia yaitu kanker payudara untuk wanita dan kanker paru-paru untuk pria.
Tentu tidak lepas dari bagaimana kita menerapkan lifestyle (gaya hidup) sehat atau tidak serta adanya pengaruh genetik (penyakit turunan), bisa memicu seseorang mengalami kanker. Sangat disayangkan, Sekjen PERABOI, dr M Yadi Permana, SpB(K)Onk belum bisa memastikan daerah mana saja di Indonesia paling tinggi kasus kankernya.
Sebab ini tak lepas dari sistem informasi (data) masih kurang dan belum cukup valid untuk bisa diberitahukan. Tentunya menjadi perhatian segala pihak, agar informasi terkait data kanker di Indonesia bisa diketahui dan valid.
"Untuk kanker terbanyak ini dislide saya bahwa perempuan sebanyak 30,8% kanker payudara, kemudian pada laki-laki itu 14,1% kanker paru-paru. Nah untuk daerah mana terbanyak memang, sekali lagi kelemahan kita adalah data, sampai saat ini kita masih belum bisa punya data yang cukup valid untuk bisa menyampaikan misalnya angka kejadian cartrid terbanyak di mana gitu," ungkap dr Yadi dalam Media Briefing Memperingati Hari Kanker Sedunia secara online, Kamis (2/2/2023).
dr Yadi menjelaskan, wilayah Jawa jadi salah daerah dengan kasus kanker cukup banyak. Mengingat jumlah populasi penduduknya juga banyak.
BACA JUGA:Waspada! 2 Jenis Kanker Ini Mengintai Kesehatan Generasi Muda
"Kanker apa tetapi secara umum mengingat populasi terbanyak kita adalah di daerah pulau Jawa Barat dan Jawa Timur. Tentunya angka eksiden dan prevalens kanker di dua provinsi tersebut tertinggi yaitu di provinsi Jawa Barat dan Jawa timur," kata dr Yadi.