Selain daripada itu kita perlu melakukan pemilihan olahraga dengan tepat. Jenis pemilihan jenis olahraga yang dianjurkan tentu saja olahraga yang bertujuan meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang. Latihan beban sangat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesehatan tulang. Latihan beban yang dilakukan secara teratur dan benar gerakannya bermanfaat bagi pencegahan osteoporosis dan juga bagi penderita osteoporosis. Lakukan latihan beban menyesuaikan kemampuan tubuh dan kondisi kesehatan. Bagi orang lanjut usia yang tiak berlatih sebelumnya dan orang dengan kondisi osteoporosis sebelum melakukan latihan, dianjurkan memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Dari hasil pemeriksaan kemudian dapat ditentukan bentuk latihan sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh.
Penderita osteoporosis sebaiknya berlatih didampingi instruktur, dengan metode latihan, jumlah beban yang disesuaikan. Program latihan yang baik dilakukan menganut pada prinsip kehati-hatian agar jauh dari risiko cedera hati-hati dan progresif. Pada permulaan latihan diutamakan kelenturan sendi dan secara bertahap ditingkatkan dengan pemberian latihan lainnya untuk tujuan peningkatan kekuatan pada tubuh. Selain untuk membangun kekuatan tulang, latihan beban dapat menambah kemampuan tulang menahan gravitasi, dapat meningkatkan refleks, sehingga penderita osteoporosis tidak mudah jatuh atau mengalami patah tulang. Jadi kapan sebaiknya memulai latihan kekuatan? Sedini mungkin kita dapat mulai melakukan latihan kekuatan, karena seiring pertambahan usia, massa tulang dan otot kita dapat berkurang dan menurun kepadatannya. Jangan terlambat.
Kontributor: Ayunova, S. Gz (Mahasiswa Profesi Dietitian Universitas Esa Unggul)
Referensi
Indeks Massa Tubuh Sebagai Faktor Risiko Pada Gangguan Muskuloskeletal, Redina Andini 2019
Kementrian Kesehatan RI. Infodatin Osteoporosis Pdf. 2015. p. 1–3.
Depkes. 1 dari 3 wanita dan 1 dari 3 pria memiliki kecenderungan menderita osteoporosis. 2005.
(Dyah Ratna Meta Novia)