Sebelum menerima hadiah dari Prabu Revolusi, diketahui Nono baru saja bertemu dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. Didampingi ibunya, Nuryati, Nono tampak bahagia bisa bertemu dengan Pak Menteri.
Di momen tersebut, Nuryati yang merupakan seorang guru mengaku amat bahagia dan bangga anaknya mendapat perhatian dari Mendikbudristek Nadiem Makarim. Selain itu, dia pun bercerita bagaimana anak petani itu dapat menghitung cepat dengan sempoa.
Ya, Nono mendapat sorotan seluruh warga Indonesia karena berhasil menyabet juara 1 kompetisi matematika tingkat dunia dalam ajang International Abacus World Competition, Abacus Brain 2022, mengalahkan 7 ribu peserta dari berbagai negara.
Apa yang Nono berikan untuk Indonesia adalah sesuatu yang patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi. Bocah dari desa kecil di NTT, tepatnya di Desa Retraen, Amarasi Selatan, Kupang, itu dapat membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Keren!
(Helmi Ade Saputra)