Botol berkapasitas 1,5 liter tersebut, dihiasi dengan pegangan yang terinspirasi lumba-lumba, dan diperkirakan berasal dari tahun 325 M. Botol tersebut ditemukan di samping beberapa botol anggur yang hancur dan diberikan sebagai barang kuburan yang disimpan di dalam makam romawi.
Mengenai apakah isi dari wine tersebut masih bisa dan layak dikonsumsi atau tidak, Profesor Monkia Christmann mengatakan bahwa secara mikrobiologis wine tersebut kemungkinan tidak akan rusak.
"Secara mikrobiologis Wine tersebut mungkin tidak akan rusak, tapi mungkin tidak membawa 'kegembiraan' ke langit-langit mulut," tutur Profesor Monkia Christmann seperti yang dikutip dari IFL Science.
(Vivin Lizetha)