"Kita juga harus koordinasi dengan desa supaya tidak kumuh, kalau dibuka lalu nanti pedagangnya banyak, lalu jorok kan sayang sekali," kata dia.
Sementara, Kepala Desa Sanur Kauh I Made Ada yang mendapat informasi tersebut menyambut baik, karena jika kawasan tersebut ditata maka akan terbentuk ruang hijau yang sebelumnya hanya terlihat semak-semak.
"Sebelumnya itu hutan bakau yang sudah banyak mati dan dipakai tambak oleh warga, dan sekarang embung itu untuk penampungan air," kata dia di Denpasar.
Made Ada berharap apabila Embung Sanur dibuka sebagai objek wisata, maka Bumdes dapat masuk dan terlibat, sehingga desa akan terdampak langsung dari kawasan tersebut.
(Rizka Diputra)