BUKAN hanya Bali, Pulau Jawa juga memiliki banyak pantai indah yang sering kali jadi tujuan wisata populer di kalangan masyarakat.
Pembagian laut di Pulau Jawa didasarkan pada wilayahnya yang berada di utara dan selatan.
Karakteristik pantai di kedua wilayah tersebut pun berbeda. Pantai Selatan dikenal dengan pasir putihnya yang halus, air yang berwarna biru, serta ombaknya yang ganas.
Tingginya ombak Pantai Selatan juga kerap memakan korban. Pada awal tahun kemarin, seorang wisatawan sempat terseret ganasnya ombak di Pantai Parangtritis. Beruntungnya, ia masih bisa diselamatkan oleh anggota SAR Satlinmas.
Sementara, Pantai Utara memiliki ciri khas pasir berwarna coklat kehitaman, air laut yang keruh, dan ombak yang relatif tenang.
Namun kenapa ketinggian ombak di Pantai Selatan dan Pantai Utara berbeda? Ternyata ada penjelasan logis tentang hal tersebut.
Jika dilihat dari keadaan geografis dan lokasi yang menentukan karakteristiknya, Pantai Selatan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga gelombang laut yang dihasilkan lebih kuat. Sementara, Pantai Utara berbatasan dengan laut Jawa.
Tekanan udara yang cukup tinggi antara belahan bumi selatan dan utara menyebabkan kecepatan angin yang berembus di wilayah selatan termasuk perairan Jawa naik.
Selain dipengaruhi oleh kecepatan angin, durasi angin yang berembus, serta area pembangkutan ombak juga menjadi salah satu penyebab tingginya gelombang di Pantai Selatan.