Terkait tarif hotel pada musim libur akhir tahun, lanjut dia, berdasarkan kesepakatan dan hanya diberlakukan momentum setahun sekali ini, hanya naik tidak lebih dari 30 persen.
Namun dengan kondisi saat ini, menurut Deden, bisa jadi tarif hotel disesuaikan pada libur Tahun Baru agar pengunjung tertarik untuk berwisata ke Garut dan menginap di hotel.
"Kita berharap ada kunjungan ke Garut di atas 80 persen," katanya.
(Foto: Freepik)
Ia menambahkan, banyaknya kunjungan wisatawan ke Garut akan memberikan manfaat bagi semua pihak terkait di sektor pariwisata, khususnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Garut.
PAD dari sektor pariwisata kata Deden, merupakan peringkat terbesar ketiga di Garut yang tahun ini tercatat sudah berkontribusi sebesar Rp30 miliar dari sektor jasa hotel dan restoran.
"Kita ini berkontribusi untuk PAD besar, sekarang Rp30 miliaran dari hotel dan restoran," ujar dia.
(Rizka Diputra)