4.Gumpalan darah: Gumpalan darah yang terbentuk di otak atau berpindah ke otak dari bagian tubuh lain yang merusak arteri dan akhirnya bocor.
5. Pecahnya aneurisma serebral (titik lemah di dinding pembuluh darah yang membengkak dan pecah)
6. Penumpukan protein amiloid di dalam dinding arteri otak.
7. Kebocoran dari koneksi yang terbentuk secara tidak normal antara arteri dan vena.
8. Gangguan perdarahan atau pengobatan dengan terapi antikoagulan (pengenceran darah)
9. Tumor: Tepatnya tumor otak yang menekan jaringan otak menyebabkan pendarahan.
10. Gaya hidup tak sehat: Mulai dari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih, atau penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain.
11. Kondisi khusus: Kondisi yang berkaitan dengan kehamilan atau persalinan, termasuk di dalamnya eklamsia, vaskulopati post partum, atau perdarahan intraventrikular neonatal.
12. Kondisi yang berkaitan dengan pembentukan kolagen yang tidak normal pada dinding pembuluh darah yang bisa menyebabkan dinding menjadi lemah, sehingga menyebabkan pecahnya dinding pembuluh.
(Rizky Pradita Ananda)