Paling berkesan dari Kongres Perempuan Indonesia adalah semangat juang memajukan pendidikan wanita. Mereka berpendapat bahwa ibu yang pintar dan cerdas menjadi jembatan melahirkan anak-anak yang cerdas pula.
Anggota organisasi Darmo Laksmi, Djami, juga membacakan puisi berjudul “Iboe”. Melalui puisi tersebut, Djami menyampaikan pengalaman diskriminasinya sebagai seorang perempuan. Pusiri Djami membangkitkan semangat juang pada wanita Indonesia.
Demikian sejarah dan asal usul Hari Ibu 22 Desember.
(RIN)
(Rani Hardjanti)