GAWAI jadi salah satu barang wajib yang tak bisa dilepas dari aktivitas sehari-hari. Sayangnya, gawai seperti komputer, laptop, layar tablet, atau ponsel pintar, bahkan lampu neon, TV LED juga hadir dengan ancaman kesehatan bagi penggunanya dengan adanya blue light.
Blue light merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak, yang bisa dilihat oleh mata manusia. Cahaya ini bergetar dalam kisaran 380 hingga 500 nanometer, dan memiliki panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi.
Mengutip laman UCDAVIS Health, dr. Melissa Barnett, kepala dokter mata di UC Davis Eye Center, menjelaskan bahwa cahaya biru atau blue light mempengaruhi mata dan kesehatan manusia.
Disebutkan lebih lanjut, paparan cahaya biru dari layar memang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah paparan dari matahari (sumber blue light terbesar). Namun, ada kekhawatiran tentang efek jangka panjang paparan layar dari perangkat digitak karena penggunaan durasi lama dari penggunaan layar atau layar yang terlalu dekat dengan mata.
Menurut Vision Council, 80 persen orang dewasa Amerika yang menggunakan perangkat digital lebih dari dua jam per hari dan Hampir 67 persen memakai dua perangkat atau lebih pada saat yang bersamaan, 59 persen memiliki gejala mata yang tegang karena pemakaian perangkat-perangkat digital ini.