Kehebatan suku Bajo ini menarik perhatian para ilmuwan dunia untuk melakukan penelitian.
Salah satunya sekelompok peneliti dari University of Copenhagen dan University of California di Berkeley.
Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa limpa orang-orang suku Bajo ini lebih besar 50% dibandingkan dengan rata-rata manusia. Sehingga produksi oksigen dalam darah orang Bajo akan lebih banyak, karena besarnya ukuran limpa tersebut.
Suku Bajo yang berkelana di laut, hanya bermodalkan perahu kuno tanpa alat penunjuk arah apapun dan hanya mengandalkan posisi bintang.
Pada zaman dahulu orang-orang suku Bajo terbiasa hidup di atas perahunya dan hidup secara nomaden. Namun kini, ada juga masyarakat Bajo yang hidup dengan membangun rumah di atas laut dangkal sebagai tempat tinggal.
Keahlian menjelajah laut orang-orang suku Bajo didapatkan secara turun-temurun. Sejak kecil anak-anak suku Bajo sudah diajarkan cara memancing dan menyelam oleh orang tua mereka.
Para nelayan atau penyelam suku Bajo juga menggunakan cara-cara tradisional untuk berburu, seperti sebuah panah tradisional atau tombak tembak.
(Salman Mardira)