“Banyak terjadi (celah menipu) dimulai dari supplier kimia pelarut, yang tidak baik itu kandungan EG ataupun DEG," lanjutnya.
(Foto: Shutterstock)
Ia menegaskan, kesalahan sampai akhirnya obat sirop tersebut mengandung bahan yang takarannya di luar ambang batas aman ini justru memperlihatkan industri farmasi jadi korban pelaku penipuan.
"Ini bukan karena sistemik atau prosedur ada yang salah. Jadi ada industri farmasi (IF) yang tertipu, yang dilakukan dengan baik oleh IF-nya, karena tidak semua melakukannya," pungkas Drs. Elfiano.
(Rizky Pradita Ananda)