Pergerkan wisatawan nusantara itu maksudnya adalah banyak wisatawan yang menghabiskan waktu di perjalanan menggunakan transportasi darat untuk menuju kota atau kabupaten yang dituju.
“Jadi kita bisa meningkatkan ekonomi cukup dengan efektivitas dan berinovasi dengan kegiatan event, serta produk wisata seperti study tour, kesenian, pertandingan olahraga antar kabupaten atau provinsi. Jadi itu bisa kita dorong untuk meningkatkan pergerakan wisata nusantara,” tuturnya.
Tak hanya itu, bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy untuk membuat terobosan dengan memberi intensif kepada desa wisata. Hal itu agar produk ekonomi kreatif lebih terangkat dan kunjungan wisatawan nusantara meningkat.
“Jadi menghadirkan pergerakan desa wisata bisa dapat anggaran untuk dapat kunjungan tambahan. Polanya seperti dana bos yang dilakukan di kemendikbud bisa diarahkan ke study tour, studi banding, atau edukasi. Tapi formulasi ini baru akan kita ajukan di 2023,” imbuhnya.
(Salman Mardira)