Sandiaga Uno : Orang Indonesia Kurang Piknik

Syifa Fauziah, Jurnalis
Kamis 15 Desember 2022 18:13 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: MPI/Syifa Fauziah)
Share :

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan minat orang Indonesia untuk liburan atau berwisata masih rendah dibandingkan negara tetangga. Padahal, liburan bisa membuat pikiran lebih segar dan menyenangkan.

“Orang Indonesia ini kurang piknik. Sudah keluar studinya, dibandingkan negara tetangga hanya 2 kali lipat atau 2,5 kali lipat dari populasi kita (yang berwisata). Padahal saya sudah bilang kalau mau naik pangkat harus healing karena kita punya ide-ide baru dan inovasi baru,” ujar Sandiaga dalam Rakornas Parekraf 2022, Kamis (15/12/2022).

 BACA JUGA:Sandiaga: Pertama dalam Sejarah, Pariwisata Indonesia Kalahkan Malaysia dan Thailand

Sandiaga mengatakan saat ini destinasi wisata di Indonesia sudah sangat meningkat. Hal itu terlihat dari tiket pesawat ke Indonesia dari luar negeri sudah habis terpesan hingga Februari 2023.

 

“Jadi kalau wisman sudah apresiasi, wisnus (wisatawan nusantara) malah ke luar negeri. Kenapa enggak ke NTB kan ada Lombok, Gili, Sumbawa, dan lima destinasi wisata prioritas,” tuturnya.

 BACA JUGA:Libur Nataru 2023, Sandiaga Ajak Masyarakat Berwisata di Indonesia

Sandiaga Uno melanjutkan di tahun 2023 mendatang pihaknya menargetkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,2 hingga 1,4 miliar di sepanjang 2023.

Dia pun melakukan berbagai terobosan agar wisatawan nusantara memilih untuk belibur ke dalam negeri dan mencapai target tersebut.

“Contohnya kita tau sekarang definisi pergerakan wisatawan dari kabupaten ke kabupaten. Dari kota ke kota, dengan minimal kunjungan 6 jam. Harus ciptakan kegiatan pariwisata yang menopang 1,4 miliar dari total pergerakan wisatawan nusantara,” katanya.

Pergerkan wisatawan nusantara itu maksudnya adalah banyak wisatawan yang menghabiskan waktu di perjalanan menggunakan transportasi darat untuk menuju kota atau kabupaten yang dituju.

“Jadi kita bisa meningkatkan ekonomi cukup dengan efektivitas dan berinovasi dengan kegiatan event, serta produk wisata seperti study tour, kesenian, pertandingan olahraga antar kabupaten atau provinsi. Jadi itu bisa kita dorong untuk meningkatkan pergerakan wisata nusantara,” tuturnya.

 

Tak hanya itu, bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy untuk membuat terobosan dengan memberi intensif kepada desa wisata. Hal itu agar produk ekonomi kreatif lebih terangkat dan kunjungan wisatawan nusantara meningkat.

“Jadi menghadirkan pergerakan desa wisata bisa dapat anggaran untuk dapat kunjungan tambahan. Polanya seperti dana bos yang dilakukan di kemendikbud bisa diarahkan ke study tour, studi banding, atau edukasi. Tapi formulasi ini baru akan kita ajukan di 2023,” imbuhnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya