Tradisi minum air kelapa ini dilakukan secara bergilir dalam satu gelas untuk satu keluarga. Dimulai dari sang bapak untuk diteruskan kepada sang ibu sehingga diberikan kepada kedua pasang pengantin. Air kelapa ini dilambangkan sebagai air suci yang dapat membersihkan rohani seluruh anggota keluarga.
Meski rangakaian cara ini berjalan khidmat, namun ada saja kelakuan Kaesang yang bikin ngakak. Seperti saat momen ibu mertua, Sofia Gudono menyuapi air kelapa kepada Kaesang, dia justru nampak tidak serius dan banyak tertawa.
Usai acara minum rujak degan, dilanjutkan dengan rangkaian lainnya yaitu kacur-kucur, dulangan, dan ditutup dengan sungkeman.
(Martin Bagya Kertiyasa)