Pengidap gangguan kepribadian dengan gejala suka mencari perhatian ini kerap mengalami kesulitan ketika orang tidak fokus secara eksklusif pada diri mereka. Melansir Healthline, orang yang memiliki gangguan kepribadian tersebut, terkadang melakukan perilaku provokatif untuk menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik sering mengalami kesulitan mencapai keintiman secara emosional dan serung merusak interaksi sosialnya karena gayanya yang provokatif, dan sering merasa kesal bahkan juga bisa sampai depresi ketika dirinya tidak lagi menjadi pusat perhatian.
Selain itu, orang-orang seperti ini cenderung bosan dengan rutinitas yang biasa dilakukan sehari-hari. Orang-orang ini sering tidak toleran terhadap aktivitas yang tertunda dan suka mengarahkan diri sendiri untuk bisa cepat mendapatkan kepuasan.
Secara rasio jenis kelamin, dikatakan kalau gangguan kepribadian histrionic memang lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Gangguan ini terjadi pada sekitar 1,8 persen dari penduduk dunia loh!
Seperti kebanyakan gangguan kepribadian lainnya, gangguan kepribadian histrionik biasanya akan menurun intensitasnya seiring bertambahnya usia. Banyak orang mengalami beberapa gejala paling ekstrim saat sudah berusia 40 atau 50-an.
(Rizky Pradita Ananda)