Kemudian faktor yang berada di peringkat kedua yaitu masalah kehamilan yang cukup menggangu, dengan total 35,8 persen. Sementara itu di posisi ketiga ada faktor belum tau dan sulit menyiapkan biaya persalinan sebanyak 23,9 persen, masih harus bekerja untuk mengurus pekerjaan rumah tangga sendirian 21,5 persen, dan menjalani kehamilan sambil mengurus anak 20,7 persen.
Meski masalah kebanyakan terjadi di trimester pertama, kondisi psikis yang naik turun bisa berlanjut hingga trimester kedua, dan trimester ketiga loh!
Tapi, hal yang paling mengganggu yaitu di trimester kedua, biasanya menyangkut soal bentuk fisik. Sedangkan pada trimester ketiga, dr. Dara mengungkapkan bahwa ibu hamil kerap stres berhubungan dengan proses persalinan yang akan dilakukannya.
Patut diingat, meski kadang rasa sedih ini tak terhindarkan, kesedihan pada ibu hamil tak boleh dibiarkan terus berlarut-larut, karena akan ada dampak secara tidak langsung pada sang bayi.
"Contoh dampak secara tidak langsung itu ada, seperti ibu-ibu yang bersedih berkepanjangan berpotensi mengalami persalinan prematur, bisa juga anaknya kecil. Kita istilahkan BBLR (bayi berat lahir rendah)," tegas dr. Dara.
(Dyah Ratna Meta Novia)