IBU hamil memang tidak boleh mengonsumsi sembarang makanan. Pasalnya, apa yang dikonsumsi ibu hamil bisa memengaruhi perkembangan calon anak yang dikandung.
Nah, ternyata salah satu yang tidak boleh banyak dikonsumsi adalah minuman yang mengandung kafein, seperti kopi. Sebuah studi dalam jurnal JAMA Network Open menemukan, anak-anak yang terpapar kafein di dalam kandungan cenderung lebih pendek daripada teman sebayanya yang tidak terpapar kafein.
Kafein telah menjadi salah satu makanan yang dilarang selama kehamilan. Bahkan jika hanya diminum sedikit, karena mengkonsumsinya saat hamil dikaitkan dengan tingkat kelahiran yang lebih rendah.
Untuk melihat kemungkinan dampak konsumsi kafein pada pertumbuhan anak, para peneliti seperti disiarkan Medical Daily beberapa waktu lalu menganalisis dua studi sebelumnya yang melibatkan 2.400 wanita hamil. Mereka menemukan anak-anak yang lahir dari wanita dengan kafein dan paraxanthine, produk pemecahan kafein, sedikit lebih pendek daripada rekan-rekan mereka yang ibunya tidak mengonsumsi kafein.
Kesenjangan tinggi bahkan meningkat dari usia empat tahun menjadi usia delapan tahun. Hubungan kafein dengan tinggi badan anak diamati bahkan pada ibu dengan konsumsi 200 mg per hari. Konsumsi kurang dari 200 mg setara dengan jumlah kafein dalam satu cangkir kopi 12 ons, catat The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
Secangkir kopi instan mengandung sekitar 100 mg kafein, sedangkan secangkir kopi yang disaring mengandung 140 mg, menurut Cleveland Clinic. Perlu juga dicatat, makanan dan minuman lain seperti cokelat, teh, dan soda juga mengandung kafein.