Sejarah Kain Endek dan Batik yang Sempat Dihina YouTuber Mahyar Tousi

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Kamis 17 November 2022 08:46 WIB
Sejarah kain endek dan batik yang sempat dihina YouTuber Mahyar Tousi (Foto: Alamy)
Share :

Kesenian batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya beserta raja-rajanya. Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Teknik batik sendiri telah diketahui lebih dari 1.000 tahun, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik meluas di beberapa negara di Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, dan Mali, serta di Asia, seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920.

Sebelumnya, YouTuber asal Inggris Mahyar Tousi ramai dihujat warganet Indonesia setelah dinilai menghina batik dan kain endek lewat cuitannya di Twitter, pada 16 November 2022.

Dalam unggahannya, pria itu membagikan foto Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Pendiri WEF Klaus Martin Schwab di ajang KTT G20 di Bali.

Sebagai pelengkap unggahannya, Tousi menuliskan, “What on earth are these id**ts wearing?! (Sebenarnya apa yang dipakai orang-orang id**t ini?!).” Tak perlu waktu lama, warganet Indonesia kemudian menyerang unggahan itu.

Menjawab keingintahuan Mahyar Tousi, warganet kemudian menjelaskan, kemeja yang dikenakan Trudeau, Sunak, dan Schwab terbuat dari kain tenun endek khas Bali. Sementara Infantino dan Zulkifli mengenakan kemeja batik.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya