Sementara untuk penyebab dari GGA pada anak di Indonesia, kemungkinan besar akibat obat sirup. Alasannya juga terbukti, dari hasil penelusurandilakukan Kementerian Kesehatan ditemukan obat, setelah pemeriksaan mengandung bahan berbahaya (cemaran etilen glikol).
Jumlah kasus GGA pun dikatakan menurun hingga lebih dari 90 persen sejak obat sirup dilarang untuk dikonsumsi. "Kenapa kita lihat demikian? Karena begitu obat itu diberhentikan itu turunnya lebih dari 95 persen yang masuk ke rumah sakit. Dan obat-obat kita cari di rumah- rumah yang sakit memang, setelah kita periksa memang ada unsur kimia yang berbahaya," ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.
(Vivin Lizetha)